
Foto: Jusuf Kalla. ©2012 Anti Gaptek Blog
Reporter: Heriyadi Septiyanto
Anti Gaptek Blog - Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella membantah tudingan Ketua DPP Partai Gerindra Arif Puyono jika Wakil Presiden Jusuf Kalla otak dibalik kisruh Partai Golkar dan PPP. Menurut dia, tudingan tersebut bisa berujung menjadi pencemaran nama baik.
"Tuduhan itu harus dibuktikan dengan tidak hanya analisa saja lalu dihubung-hubungkan dengan teori konspirasi. Itu bisa jadi pencemaran nama baik," kata Rio Capella saat dihubungi merdeka.com, Kamis (19/3).
Rio menegaskan dualisme yang terjadi dalam tubuh Golkar dan PPP murni karena masalah internal, bukan campur tangan Jusuf Kalla.
"Itu tuduhan berlebihan. Ini kan masalah internal," katanya.
Ketua DPP Gerindra Arif Puyuono mengatakan, sumber masalah dari kisruh sejumlah parpol di Indonesia saat ini adalah pemerintah. Bahkan tanpa tedeng aling-aling, Arif dengan lugas menyebut nama Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai biang kerok dari kisruh yang terjadi di internal Golkar dan PPP.
"Hari ini sebagian parpol menganut liberalisasi parpol dengan ideologi mirip-mirip kapitalisme dalam merampok keuangan dan kekayaan negara. Tapi prahara ini diciptakan bukan oleh parpol, tapi pemerintahan sendiri. Tapi saya cenderung menyatakan bahwa aktor di balik semua ini bukan ke Jokowi, tapi ke Jusuf Kalla. Hal ini bisa dilihat saat JK bersama SBY, yang saat itu juga terlihat memainkan kapasitas dan perannya di internal Golkar," kata Arif dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/3).
"Indikasinya sama gitu lho dengan yang sekarang. Hanya bedanya, sekarang ayam aduannya itu Agung Laksono. Maka kalaupun Agung terpilih sebagai ketua umum Golkar yang sah, dia nanti masih akan tersandera oleh kepentingan aktor utamanya," katanya menambahkan.
Arif mengatakan analisanya itu sungguh beralasan. Sebab, jika melihat secara karakter, bargaining position Jokowi saat ini tak sedominan JK dalam perpolitikan nasional.
0 Komentar untuk "Tuding JK Otak Kisruh Golkar & PPP, Arif Puyono Cemarkan Nama Baik"