
Foto: Mendikbud ke Desa Tambak Lebak Banten. ©2015 Anti Gaptek Blog
Reporter: Heru Gustanto
Anti Gaptek Blog - Kepala sekolah Sekolah SDN 1 Pajagan, Sabrowi mengatakan jembatan yang putus di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten adalah sarana utama bagi anak didiknya untuk menuju sekolah.
Setiap hari anak-anak ke sekolah hanya dengan menyeberangi Sungai Ciberang yang mempunyai lebar 100 meter dan dalam 5 meter tersebut.
"Sekitar 60 orang dari tiga kampung yang lewat sana," kata dia di lokasi, Banten, Senin (16/3).
Tak ayal saat jembatan putus banyak siswa menjadi korban. Salah satunya Surdi (11) dan Asniyah (13).
Asniyah mengaku saat jembatan itu putus dirinya hendak berangkat sekolah dengan teman-temannya.
Saat menyeberang, brak! Jembatan tersebut putus dan sebagian besar dari mereka menimpa bambu-bambu besar yang tengah diangkut di sungai.
"Saya luka di kaki tapi enggak berdarah kena bambu sudah diurut," ucap bocah yang ingin jadi ustazah ini.
Tapi dia mengaku selepas berenang menuju tepian, Asniyah langsung tak sadarkan diri. "Saya pingsan, yang nolong teman. Pas bangun masih di situ (tepi sungai) ada ibu," kata dia polos.
Sampai saat ini dia mengaku badannya masih biru dan sakit-sakit. Namun karena biaya, dia tidak bisa ke rumah sakit untuk pengobatan lebih lanjut. Nasib tak kalah tragis juga dialami siswa kelas 5 SD, Surdi. Bahkan Surdi diduga mengalami patah tulang punggung.
Melalui saran Menteri Pendidikan dan Budaya Anies Baswedan, Surdi dibopong dengan tandu ke rumah sakit. Proses pemindahan pun dramatis karena jalanan saat itu licin, sempit dan becek, para penandu juga harus menyeberangi sungai dengan perahu karet karena jembatan putus.
0 Komentar untuk "Sebelum Putus, Jembatan Gantung di Lebak Dipakai 60 Siswa"