
Foto: Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno. ©2015 Anti Gaptek Blog
Reporter: Rendy Saputra
Anti Gaptek Blog - Pelaksanaan eksekusi oleh pemerintah Indonesia terhadap beberapa terpidana mati menimbulkan reaksi keras dari dunia internasional. Australia dan Belanda adalah beberapa negara di antara penentang itu.
Keduanya menyebut Indonesia telah melanggar Hak Asasi Manusia karena menjalankan eksekusi mati. Tetapi, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Tedjo Edhy Purdijatno, membela diri. Dia menuding Australia dan Belanda seperti lupa akan sejarah. Sebab menurut dia kedua negara itu juga melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Indonesia di masa lalu.
"Mereka lupa bahwa yang mereka lakukan adalah pelanggaran HAM. Westerling 1947 melakukan pembantaian, jangan lupa itu," kata Tedjo dalam Orasi Kebangsaan II di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Senin (9/3).
0 Komentar untuk "Soal Eksekusi Mati, Menteri Tedjo Ungkit Bobrok Australia-Belanda"