
Foto: Kenaikan BBM. ©2015 Anti Gaptek Blog
Reporter: Irwan Setyabudi
Anti Gaptek Blog - Genap sepekan lalu pemerintah Jokowi-JK menaikkan harga gas elpiji 12 kg. Harga gas nonsubsidi tersebut kini Rp 134.000 dari sebelumnya Rp 129.000. Kebijakan ini keluar sehari setelah pemerintah menaikkan harga premium dari sebelumnya Rp 6.700 menjadi Rp 6.900 per liter.
Keputusan pemerintah melepas harga premium sesuai harga keekonomian berimbas naik turunnya harga BBM. Ketua Komisi VII Kardaya Warnika menyentil keputusan ini. Menurutnya, dalam menetapkan regulasi sektor energi, seharusnya pemerintah tidak menyulitkan rakyat.
"Kebijakan energi jangan zig-zag. Besok kiri besoknya lagi ke kanan," ujar Kardaya dalam diskusi mingguan bertajuk ENERGI KITA yang digagas RRI, merdeka.com, dana mitra lingkungan (DML), Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI), Institut Komunikasi nasional (IKN)di Bakoel Koffie, Jakarta, Minggu (8/3).
0 Komentar untuk "DPR: Jika Kebijakan Energi Zig-Zag, Kredibilitas Jokowi-JK Diragukan"