13 Kali Sebutuhi Anak Sekolah, Nugi Baru Ngaku Khilaf Saat Ditangkap

13 Kali Sebutuhi Anak Sekolah, Nugi Baru Ngaku Khilaf Saat Ditangkap


Foto: Nugi tersangka pencabulan. ©2015 Anti Gaptek Blog

Reporter: Rudi Hantanto



Anti Gaptek Blog - Nugroho Edy Leksono alias Nugi (34), warga Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, baru mengaku khilaf kepada polisi setelah ditangkap karena kasus pencabulan anak di bawah umur. Manajer perusahaan jasa penyedia office boy di Surabaya ini, sempat kabur ke Jakarta saat mengetahui korbannya hamil.

Nugi berhasil ditangkap anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya ketika pulang ke rumahnya di Sukodono, Sidoarjo. "Saya khilaf pak. Saya tahu kalau korban masih sekolah, tapi saya lagi gelap, saya mengaku khilaf," aku tersangka ke penyidik di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (19/3).

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete mengatakan, awal kejadian, sekitar bulan April 2013 lalu, perusahaan tempat pelaku bekerja, menggelar acara rekreasi ke Kota Malang bersama seluruh karyawannya.

Orangtua korban, yang merupakan salah satu karyawan perusahaan jasa penyedia office boy yang dipimpin tersangka, ikut serta ke Kota Apel itu. Dan kebetulan orangtua korban mengajak anaknya berinisial MR (15), siswi kelas 1 SMA di salah satu sekolah swasta di Surabaya selatan.

"Jadi orangtua korban ini, bawahan tersangka di perusahaannya. Kemudian saat acara rekreasi tersebut, tersangka kenalan dengan korban. Tersangka ini juga tahu kalau korban masih berstatus pelajar SMA," terang Takdir di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (19/3).

Usai acara rekreasi itu, tersangka mencoba untuk terus mendekati korban. "Baik melalui SMS (pesan elektronik) maupun dengan cara menelepon langsung kepada korban. Kemudian di bulan Juni 2013, akhirnya keduanya pun resmi pacaran," lanjut cerita Takdir.

Setelah resmi pacaran, korban akhirnya tahu kalau tersangka sudah beristri dan punya anak satu. Namun, tersangka masih terus mengejar korban. "Hingga awal bulan September 2013, dengan iming-iming dibelikan perhiasan dan dijadikan asisten pribadi di perusahaannya, tersangka berhasil merayu korban dan mau diajak berhubungan badan."

Kali pertama, hubungan layaknya suami-istri itu dilakukan di salah satu hotel di Kendangsari, Surabaya. Kemudian dilanjutkan ke salah satu hotel di Jemursari dan di tempat kos tersangka di Jalan Siwalankerto, Surabaya.

"Perbuatan ini (cabul) dilakukan tersangka dengan korban hingga kurang lebih 13 kali. Bahkan korban hamil delapan bulan dan melahirkan anaknya," papar Takdir.

Mengetahui anaknya hamil delapan bulan, orang tua korban-pun mencari tersangka untuk dimintai pertanggungjawabannya. "Bulan September 2014, tersangka-pun akhirnya menikahi korban secara siri dalam kondisi hamil delapan bulan itu," ucap Takdir.

Namun, masih kata dia, setelah menikah siri hingga ana

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "13 Kali Sebutuhi Anak Sekolah, Nugi Baru Ngaku Khilaf Saat Ditangkap"

 
Back To Top